By Kelompok Kartini

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Mabes Polri, Brigjen Pol. Fadil Imran diterima sesepuh Pos Kota H. Sofyan Lubis, H Saiful Rac...

Cyber Crime di Indonesia Masih Seputar Ujaran Kebencian dan SARA

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Mabes Polri, Brigjen Pol. Fadil Imran diterima sesepuh Pos Kota H. Sofyan Lubis, H Saiful Rachim , Pemred Pos Kota Toto Irianto saat berkunjung ke Poskotanews.(warto)

JAKARTA (Pos Kota) –  Kecenderungan Cyber Crime di Indonesia masih di seputar ujaran kebencian dan SARA yang berimplikasi pada stabilitas negara.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber)  Mabes Polri, Brigjen Pol. Fadil Imran, saat berkunjung ke Poskotanews di Jalan Gajah Mada 100, Jakarta Barat, Rabu (15/11/2017)

Ia diterima sesepuh Pos Kota H. Sofyan Lubis, H Saiful Rachim , Pemred Pos Kota Toto Irianto dan jajaran pengurus redaksi lainnya. Pada kesempatan itu, Fadil mengungkapkan masyarakat Indonesia masih melihat dunia internet sebagai dunia yang tidak memiliki etiket.

“Dari hasil penelitian, index kepercayaan orang Indonesia pada berita-berita di internet itu mencapai 62 persen, Padahal di luar negeri hanya sekitar 20 persen. Sementara penggunaan internet, 58 persen dipakai untuk media sosial,” ujarnya.

Menurutnya, dari  banyak media sosial di Indonesia, yang paling banyak dikunjungi adalah konten politik dan SARA, yang dapat memicu masyarakat munculnya budaya kekerasan. “Ini juga disebabkan karena tingkat anonimitas masyarakat Indonesia di Internet masih tinggi. Misalnya, pakai nama dan memasang foto palsu,” jelas Brigjen Pol. Fadil.

Yang Diwaspadai

Pada kesempatan tersebut, Direktur Cyber Crime Mabes Polri tersebut juga mengatakan dalam kalender Kamtibmas yang harus diwaspadai adalah momen pemilu (pilkada dan pilpres) serta perebutan ekonomi diwilayah tertentu.

“Kita sudah melihat bagaimana internet dimanfaatkan untuk oleh satu pihak untuk menjatuhkan pihak lain atau sebaliknya sehingga meresahkan masyarakat dan mengganggu stabilitas wilayah. Ini yang harus kita waspadai dan jadi tugas cyber crime,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya sudah memberikan pelatihan pada aparat diseluruh Polda, untuk mewaspadai kegaduhan yang terjadi dimedia sosial seputar pilkada dan lainnya.


0 komentar: